<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Belajar Nulis</title>
	<atom:link href="http://diansaputra.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diansaputra.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Tantangan Bukanlah Halangan&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 06:57:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on SMA N 1 Parapat = my luvly skul by Lenta Sinaga</title>
		<link>http://diansaputra.wordpress.com/2008/05/26/sma-n-1-parapat-my-luvly-skul/#comment-115</link>
		<dc:creator>Lenta Sinaga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:57:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diansaputra.wordpress.com/?p=23#comment-115</guid>
		<description>aQ...riNdu bLek ke sMa 1 cOz.......banYak ExtrakuRikuLer_a

sO.........d TiNgkatiN yH........... Cara Blajar_a

gD LuCk bwT LoE.................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aQ&#8230;riNdu bLek ke sMa 1 cOz&#8230;&#8230;.banYak ExtrakuRikuLer_a</p>
<p>sO&#8230;&#8230;&#8230;d TiNgkatiN yH&#8230;&#8230;&#8230;.. Cara Blajar_a</p>
<p>gD LuCk bwT LoE&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SMA N 1 Parapat = my luvly skul by rika</title>
		<link>http://diansaputra.wordpress.com/2008/05/26/sma-n-1-parapat-my-luvly-skul/#comment-114</link>
		<dc:creator>rika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:32:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diansaputra.wordpress.com/?p=23#comment-114</guid>
		<description>ha22......kacihan dech loe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ha22&#8230;&#8230;kacihan dech loe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PERANAN DAN MANFAAT BURSA KOMODITI KOPI DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN KOPI DI INDONESIA by henry</title>
		<link>http://diansaputra.wordpress.com/2008/05/25/peranan-dan-manfaat-bursa-komoditi-kopi-dalam-pengembangan-pertanian-kopi-di-indonesia/#comment-113</link>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:12:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diansaputra.wordpress.com/?p=17#comment-113</guid>
		<description>Sejarah pertanian di Indonesia secara intensif telah dimulai kurang lebih semenjak tahun 1969 pada saat dimulainya program intesifikasi massal (INMAS) untuk petani sebagai dampak revolusi hijau di tingkat dunia. Pada saat tahun 1969 para petani mulai diperkenalkan dengan berbagai jenis pupuk buatan yang bersifat kimia disertai dengan obat-obatan pembasmi hama penyakit dan gulma (Pestisida dan Herbisida).
Dari sektor pemumpukan dari penggunaan pupuk kimia atau yang lebih dikenal dengan anorganik disertai dengan paket-paket lainnya yang dikenal dengan nama Panca Usaha Tani mengakibatkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya sehingga Indonesia dapat mencapaim swasembada pangan pada tahun 1986 dan mendapat penghargaan dari organisasi pangan dunia di PBB yaitu FAO.
Namun peralihan dalam budaya bertani dari penggunaan pupuk organik (pupuk kandang, kompos, dll) ke penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu yang relatif panjang hingga saat ini telah menimbulkan dampak samping yaitu mengakibatkan tanah-tanah pertanian di Inonesia menjadi semakin keras sehingga menurunkan produktivitasnnya. Hal ini bukan dikarenakan hilangnya tanah lapisan atas (Top Soil) melainkan disebabkan oleh penumpukan sisa atau residu pupuk kumia dalam tanah yang mengakibatkan tanah menjadi sulit terurai. Hal ini disebabkan salah satu sifat bahan kimia adalah relatif sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. Jika tanah semakin keras, maka akan mengakibatkan tanaman akan semakin sulit menyerap pupuk/unsur hara tanah dan untuk menghasilkan panen yang sama dengan hasil panen yang sebelumnya diperlukan dosis pupuk lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dosis pupuk semakin lama semakin tinggi. Selain itu dengan semakin kerasnya tanah, maka proses penyebaran akar dan aerasi (pernafasan) akar akan terganggu yang berakibat pertumbuhan dan kemampuan produksi tanaman akan semakin berkurang. Selain masalah pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia masalah yang patut di perhatikan di Indonesia adalah adanya indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi sebagian unsur hara makro yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur) serta unsur hara mikro yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan CL (7 jenis unsur hara). Seperti yang diketahzui sazazt ini (Jornal ilmiazh soil science, 1998) dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harus tersedia/tidak boleh tidak 13 macam unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih besar (unsur N,P,K,Ca,S dan Mg) dan unsur hara mikro (7jenis) yang dibutuhkan lebih sedikit (Unsur Fe,Na,Zn,Mn,B,Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan atau menggantikan satu sama lainnya. Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus tersendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jadi ke 13 unsur hara tresebut jika pada manusia ibarat menu makan 4 sehat 5 sempurna yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri. Pupuk Organik cair lengkap Super Power mengandung 13 macam unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dan hingga 77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk kimia, mengingat pupuk organik Super Power mdiformulasikan dari bahan-bahan dasar alami 100% organik terbaik sehingga aman bagi tanaman, ternak maupun manusia.
Komposisi unsur-unsurnya diramu begitu cermat dan tepat sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan segala jenis tanaman didukung dengan petunjuk pemakaian yang ringkas dan aplikatif.
Bau khas dari pupuk organik lengkap Super Power yang tiada duanya, kepekatan istimewa sebagai penanda kandungan yang kaya serta daya larut seketika menunjukkan kematangan dan kesempurnaan sebuah formula pupuk cair hasil karya tangan-tangan ahli putra bangsa yang sulit ditemukan bandingannya.

9 Keunggulan Pupuk Organik Cair Lengkap &quot;Super Power&quot;


   1. Mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah serta mampu memacu aktifitas mikroorganisme tanah melalui kandungan mikroba probiotik.
   2. Mampu menghancurkan residu pupuk kimia yang tersisa di dalam tanah karena mengandung asam humat dan asam vulvat dari golongan fulvena.
   3. Mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokan bunga dan buah berkat kandungan hormon auxin, gibreriline dan citocynine.
   4. Mengandung polifenol konsentrasi tinggi sehingga mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
   5. Mampu terserap dalam waktu cepat oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion.
   6. Merangsang pertumbuhan akar, memperkuat akar dan bantan serta mempercepat perkecambahan biji.
   7. Menyediakan semua kebutuhan unsur hara makro dan mikro lengkap bagi tanaman.
   8. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (Urea, SP-36, dan KCL) sebesar 25% s/d 50%.
   9. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman antara 15% s/d 100%, kualitas rasa, warna, aroma dan daya penyimpanan sekaligus memperpanjang masa produktif tanaman yang tidak habis satu kali panen.

Kandungan Unsur Hara
N ± 5% Zn ± 10,5 ppm
P2O5 ± 1.4% Cu ± 14,8 ppm
K2O ± 2.15% Mn ± 22,5 ppm
Ca ± 0.75% B ± 10,1 ppm Mg ± 0.65% Cl ± 1,2 ppm
Fe ± 187.6 ppm S ± 8,8 ppm
Na ± 45.7 ppm


Petunjuk Penggunaan
Pupuk Organik Cair Lengkap Super Power

Jenis Tanaman
Tanaman pangan
(padi, jagung, kedelai,dsb) interval waktu 7– 10 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot

Sayur-sayuran daun
(sawi, kubis, selada, seledri, bayam, kangkung, kemangi, kailan, bawang pre, asparagus, dsb) interval waktu 5 - 7 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot

Sayur-sayuran dan buah
(semangka, melon, cabe, tomat, kacang panjang, bawang, brokoli, ketimun, pare, dsb)interval waktu 7 – 10 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot

Tanaman perkebunan
(mangga, jeruk, apel, durian, anggur, kopi, kakao, sawit, kapas, lada, pepaya, dsb) waktu aplikasi 1. Sebelum berbunga, 2. Saat buah muda, 3. Setelah pangkas
interval waktu Tiap 2 – 3 bulan dengan dosis 5 tutup/tangki semprot

Tebu 1 bulan
2 bulan
3 bulan 4 tutup/tangki semprot

Tembakau interval waktu 7 – 10 hari sekali dengan dosis 3 tutup/tangki semprot

Pembenihan/pembibitan 1 – 2 jam1 tutup/liter air rendam

*Boleh disiramkan pada tanaman yang diperlukan atau tanaman yang tidak memungkinkan untuk disemprot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah pertanian di Indonesia secara intensif telah dimulai kurang lebih semenjak tahun 1969 pada saat dimulainya program intesifikasi massal (INMAS) untuk petani sebagai dampak revolusi hijau di tingkat dunia. Pada saat tahun 1969 para petani mulai diperkenalkan dengan berbagai jenis pupuk buatan yang bersifat kimia disertai dengan obat-obatan pembasmi hama penyakit dan gulma (Pestisida dan Herbisida).<br />
Dari sektor pemumpukan dari penggunaan pupuk kimia atau yang lebih dikenal dengan anorganik disertai dengan paket-paket lainnya yang dikenal dengan nama Panca Usaha Tani mengakibatkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya sehingga Indonesia dapat mencapaim swasembada pangan pada tahun 1986 dan mendapat penghargaan dari organisasi pangan dunia di PBB yaitu FAO.<br />
Namun peralihan dalam budaya bertani dari penggunaan pupuk organik (pupuk kandang, kompos, dll) ke penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu yang relatif panjang hingga saat ini telah menimbulkan dampak samping yaitu mengakibatkan tanah-tanah pertanian di Inonesia menjadi semakin keras sehingga menurunkan produktivitasnnya. Hal ini bukan dikarenakan hilangnya tanah lapisan atas (Top Soil) melainkan disebabkan oleh penumpukan sisa atau residu pupuk kumia dalam tanah yang mengakibatkan tanah menjadi sulit terurai. Hal ini disebabkan salah satu sifat bahan kimia adalah relatif sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. Jika tanah semakin keras, maka akan mengakibatkan tanaman akan semakin sulit menyerap pupuk/unsur hara tanah dan untuk menghasilkan panen yang sama dengan hasil panen yang sebelumnya diperlukan dosis pupuk lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dosis pupuk semakin lama semakin tinggi. Selain itu dengan semakin kerasnya tanah, maka proses penyebaran akar dan aerasi (pernafasan) akar akan terganggu yang berakibat pertumbuhan dan kemampuan produksi tanaman akan semakin berkurang. Selain masalah pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia masalah yang patut di perhatikan di Indonesia adalah adanya indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi sebagian unsur hara makro yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur) serta unsur hara mikro yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan CL (7 jenis unsur hara). Seperti yang diketahzui sazazt ini (Jornal ilmiazh soil science, 1998) dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harus tersedia/tidak boleh tidak 13 macam unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih besar (unsur N,P,K,Ca,S dan Mg) dan unsur hara mikro (7jenis) yang dibutuhkan lebih sedikit (Unsur Fe,Na,Zn,Mn,B,Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan atau menggantikan satu sama lainnya. Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus tersendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jadi ke 13 unsur hara tresebut jika pada manusia ibarat menu makan 4 sehat 5 sempurna yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri. Pupuk Organik cair lengkap Super Power mengandung 13 macam unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dan hingga 77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk kimia, mengingat pupuk organik Super Power mdiformulasikan dari bahan-bahan dasar alami 100% organik terbaik sehingga aman bagi tanaman, ternak maupun manusia.<br />
Komposisi unsur-unsurnya diramu begitu cermat dan tepat sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan segala jenis tanaman didukung dengan petunjuk pemakaian yang ringkas dan aplikatif.<br />
Bau khas dari pupuk organik lengkap Super Power yang tiada duanya, kepekatan istimewa sebagai penanda kandungan yang kaya serta daya larut seketika menunjukkan kematangan dan kesempurnaan sebuah formula pupuk cair hasil karya tangan-tangan ahli putra bangsa yang sulit ditemukan bandingannya.</p>
<p>9 Keunggulan Pupuk Organik Cair Lengkap &#8220;Super Power&#8221;</p>
<p>   1. Mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah serta mampu memacu aktifitas mikroorganisme tanah melalui kandungan mikroba probiotik.<br />
   2. Mampu menghancurkan residu pupuk kimia yang tersisa di dalam tanah karena mengandung asam humat dan asam vulvat dari golongan fulvena.<br />
   3. Mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokan bunga dan buah berkat kandungan hormon auxin, gibreriline dan citocynine.<br />
   4. Mengandung polifenol konsentrasi tinggi sehingga mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.<br />
   5. Mampu terserap dalam waktu cepat oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion.<br />
   6. Merangsang pertumbuhan akar, memperkuat akar dan bantan serta mempercepat perkecambahan biji.<br />
   7. Menyediakan semua kebutuhan unsur hara makro dan mikro lengkap bagi tanaman.<br />
   8. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (Urea, SP-36, dan KCL) sebesar 25% s/d 50%.<br />
   9. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman antara 15% s/d 100%, kualitas rasa, warna, aroma dan daya penyimpanan sekaligus memperpanjang masa produktif tanaman yang tidak habis satu kali panen.</p>
<p>Kandungan Unsur Hara<br />
N ± 5% Zn ± 10,5 ppm<br />
P2O5 ± 1.4% Cu ± 14,8 ppm<br />
K2O ± 2.15% Mn ± 22,5 ppm<br />
Ca ± 0.75% B ± 10,1 ppm Mg ± 0.65% Cl ± 1,2 ppm<br />
Fe ± 187.6 ppm S ± 8,8 ppm<br />
Na ± 45.7 ppm</p>
<p>Petunjuk Penggunaan<br />
Pupuk Organik Cair Lengkap Super Power</p>
<p>Jenis Tanaman<br />
Tanaman pangan<br />
(padi, jagung, kedelai,dsb) interval waktu 7– 10 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot</p>
<p>Sayur-sayuran daun<br />
(sawi, kubis, selada, seledri, bayam, kangkung, kemangi, kailan, bawang pre, asparagus, dsb) interval waktu 5 &#8211; 7 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot</p>
<p>Sayur-sayuran dan buah<br />
(semangka, melon, cabe, tomat, kacang panjang, bawang, brokoli, ketimun, pare, dsb)interval waktu 7 – 10 hari sekali dengan dosis 4 tutup/tangki semprot</p>
<p>Tanaman perkebunan<br />
(mangga, jeruk, apel, durian, anggur, kopi, kakao, sawit, kapas, lada, pepaya, dsb) waktu aplikasi 1. Sebelum berbunga, 2. Saat buah muda, 3. Setelah pangkas<br />
interval waktu Tiap 2 – 3 bulan dengan dosis 5 tutup/tangki semprot</p>
<p>Tebu 1 bulan<br />
2 bulan<br />
3 bulan 4 tutup/tangki semprot</p>
<p>Tembakau interval waktu 7 – 10 hari sekali dengan dosis 3 tutup/tangki semprot</p>
<p>Pembenihan/pembibitan 1 – 2 jam1 tutup/liter air rendam</p>
<p>*Boleh disiramkan pada tanaman yang diperlukan atau tanaman yang tidak memungkinkan untuk disemprot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SMA N 1 Parapat = my luvly skul by arien</title>
		<link>http://diansaputra.wordpress.com/2008/05/26/sma-n-1-parapat-my-luvly-skul/#comment-112</link>
		<dc:creator>arien</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 12:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://diansaputra.wordpress.com/?p=23#comment-112</guid>
		<description>aQ Sgt sNG d SmA 1 cos GURU2 ny baEx2 smua.skrg AQ kls x1-1a 2. sukses y......maju truzzz.cia you</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aQ Sgt sNG d SmA 1 cos GURU2 ny baEx2 smua.skrg AQ kls x1-1a 2. sukses y&#8230;&#8230;maju truzzz.cia you</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
